[:id]SCRUM FRAMEWORK[:]

[:id]

APA ITU SCRUM?

Scrum adalah kerangka proses Agile untuk memanagement pengetahuan kerja yang kompleks. Scrum membantu tim bekerja sama, sama seperti rugby(asal nama scrum) yang berlatih untuk pertandingan besar, Scrum mendorong tim untuk belajar melalui pengalaman ,mengatur diri sendiri sambil mengerjakan suatu masalah, dan merefleksikan kemenangan(kelebihan) dan kekalahan(kekurangan) mereka untuk terus meningkat.

Biasanya, Scrum paling sering digunakan oleh tim pengembangan perangkat lunak (software development), dan karena prinsip dan pelajarannya, Scrum juga dapat diterapkan ke semua jenis kerja tim.

Scrum dirancang untuk tim beranggotakan sepuluh atau kurang. Ini adalah salah satu alasan mengapa Scrum begitu popular. Sering dianggap sebagai kerangka projek management Agile. Scrum menggambarkan serangkaian pertemuan, alat, dan peran yang bekerja sama untuk membantu tim menyusun dan mengelola pekerjaan mereka.

Simpelnya Scrum dirancang untuk tim beranggotakan sepuluh atau lebih sedikit, yang memecah pekerjaan mereka menjadi tujuan yang dapat diselesaikan dalam iterasi timebox, disebut sprint yang dilakukan tidak lebih dari satu bulan dan paling sering dua minggu. Kemudian mencari kemajuan dan kemunduran juga rencana ulang dalam 15 menit pertemuan harian dengan kotak waktu, disebut scrum harian, yang biasanya dilakukan setiap pagi sebelum memulai pekerjaan dan sore setelah menyelesaikan pekerjaan.

KERANGKA KERJA

Orang sering mengira bahwa Scrum dan Agile adalah hal yang sama. Karena Scrum berpusat pada perbaikan terus-menerus yang merupakan prinsip dan inti dari Agile. Namun Scrum adalah kerangka kerja untuk menyelesaikan pekerjaan, dimana Agile adalah pola pikir.

Kamu tidak bisa dapat benar-benar ‘gesit’ karena dibutuhkan dedikasi dari seluruh tim untuk mengubah cara mereka berfikir tentang memberikan nilai kepada pelanggan.Tetapi kamu dapat menggunakan kerangka kerja seperti Scrum untuk membantumu, untuk mulai berpikir seperti itu dan berlatih membangun prinsip-prinsip lincah ke dalam komunikasi dan pekerjaan sehari-hari.

[:]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *